oleh

2 Dari 5 Pelaku Pembobol Brankas PT Global Distribution Diringkus Polsek Sunggal

OKEBUNG|
Dua dari lima pelaku pencurian brankas di dalam PT Global Distribution di Jalan Ringroad Kel Tanjung Sari Kec Medan Selayang akhirnya berhasil diringkus petugas Reskrim Polsek Sunggal.

Kapolsek Sunggal Kompol Aldi Subartono kepada wartawan mengatakan,dua pelaku ini berhasil kami tangkap dari dua lokasi terpisah.Keduanya yakni,AK (35) warga Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Lubis,Kel Kebun Lada,Kec Binjai Utara dan P alias PM (56) warga Jalan Payabakung Dusun I Pasar Pekan Jumat Desa Payabakung,Kec Sunggal,Kab Deliserdang,Prov Sumatera Utara.

“Selain menangkap keduanya kami juga mengamankan sejumlah barang bukti,”jelas Aldi.

Disebutkannya bahwa AK adalah pelaku pertama yang berhasil ditangkap dari rumahnya pada hari Senin (26/01/2015) sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian, dari hasil pengakuan AK dilakukan pengembangan.

“Sejam kemudian P alias PM juga berhasil diciduk dari rumahnya.Dari tangan M,kami berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 12 juta,1 buah brankas yang sudah rusak (didapat dari belakang rumah pelaku yang berjarak sekira 10 meter dari rumah),3 buah handphone replika dan 1 buah
linggis.Sedangkan mobil Kijang Innova diamankan dari tangan AK, dimana mobil itu sendiri merupakan mobil yang dirental oleh para pelaku,”beber Aldi.

Hingga saat ini, kata Aldi, pelaku lainnya yakni BS, H dan D alias P masih belum tertangkap dan dalam pengejaran polisi.

Berdasarkan pengakuan P alias PM, dirinya bertugas untuk membongkar pintu depan bersama BS dan H menggunakan linggis, seusai merusak pintu depan dan juga pintu ruangan penyimpanan brankas.

“Mereka bersama BS, H dan D alias P yang menggiring brankas dengan cara mendorong keluar ruko,”sebutnya.

Masih kata Aldi,begitu brankas sudah diluar,AK yang bertugas sebagai supir sudah menunggu dan selanjutnya mengangkat brankas tersebut dan membawanya ke rumah P alias PM.

“Begitu sampai dirumah PM,para pelaku membawa brankas tersebut kebelakang rumah untuk dibongkar menggunakan mesin grenda dan aspak besi, “kata Aldi seraya menambahkan bahwa para pelaku merupakan sindikat dan sudah beberapa kali beraksi di kawasan Kampung Lada, Binjai.

Sedangkan pengakuan P alias PM, mereka tidak memiliki camp
khusus untuk melakukan perencanaan.Namun rumah mereka secara bergantian dijadikan sebagai camp untuk merencanakan aksinya.

“Kami merencanakannya selalu berlainan tempat dan selalu memakai mobil rental untuk menggambar lokasi yang mau menjadi target,”akunya kepada okebung.com.

Disebutkannya bahwa dirinya mendapat bagian Rp 50 juta dan uang tersebut sudah dipergunakan P alias M untuk membayar hutang serta sisanya digunakannya.

“Aku dapat Rp 50 juta bang dan uangnya untuk bayar hutang,”sebutnya.

Sementara AK mengaku hanya
mendapat jatah 30 juta,dan dirinya juga mengaku bahwa ia telah menggunakan uang tersebut untuk membayar hutangnya.

“Uangnya buat bayar hutang juga bang,” kata AK.[ad\admin]

Foto |ist\okb

  • News Feed