oleh

13 Kg Sabu Stok Malam Tahun Baru 2015 Diamankan Bea Cukai Soeta

OKEBUNG |
Untuk yang kesekian kalinya petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menggagalkan penyeludupan sabu.Kali ini,empat kasus penyelundupan sabu seberat 13,130 Kg dari Hongkong untuk persiapan sambut Tahun Baru berhasil diungkap petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta,Rabu (17/12/2014)

Menurut Kepala Bea Cukai Bandara Soekanro Hatta,  Okto Irianto didampingi Wakasat Narkoba Polresta Bandara Soetta Akp Subakti, sabu itu dikirim oleh jaringan dari Cina lewat jasa titipan dan dibawa kurir warga negara Rusia berusia 70 tahun berinisial VG dan dua WN Taiwan CY,62 dan LM.51

“Sabu tersebut dikirim jaringan sindikat asalCina lewat titipan jasa kurir warga negara Rusia,”ungkapnya.

Menurut pengakuan tersangka,lanjutnya,narkoba jenis  sabu itu dipesan oleh bandar Narkoba di Jakarta dan Surabaya untuk persiapan Malam Tahun Baru.

”Tersangka dijanjikan upah oleh bosnya. JP sebesar 15 juta dolar untuk tersangka VG dan tersangka CY 3000 juwan,” jelas AKP Subakti

Pengungkupan pertama paket kiriman dari Kwai Fong Hongkong berupa 20 cartridge tinta printer HP laser jet ternyata di dalamnya diselipkan kristal bening seberat 7,5 kg dengan alamat tujuan Surabaya

Kasus kedua petugas mencurigai pria tua WN Rusia VG eks penumpang pesawat Cathay Pasific CX 797 dari Hongkong yang turun di Terminal 2D. “Ketika diperiksa petugas menemukan sabu disimpan dalam dinding kopernya seberat 3,3 Kg,”jelas Okto

Kemudian petugas juga mencurigai pria penumpang China Airline nomer penerbangan CI 679 yang juga turun di Terminal 2D . WN Taiwan CY,62 itu membawa 3 gulungan tirai. Ketika diperiksa ternyata di dalam gulungan tirai ditemukan kristal bening 1,1 kg positif methamphetamine (sabu)

Masih WN Taiwan LM,51, penumpang China Airline dari Hongkong tak luput dari pemeriksaan petugas di terminal 2D karena gerak-geriknya mencurigakan. Ketika diperiksa petugas menemukan sabu 5 kemasan diselipkan di celana yang dipakainya

“Total barang bukti sabu 13,130 Kg dengan estimasi senilai Rp 17,7 miliar,” jelas Okto sambil menyebutkan kalau barang haram ini beredar bisa berpotensi merusak 91.910 orang generasi penerus bangsa.(Pkt/Admin)

Foto:Ilustrasi/

News Feed