oleh

1 Dari 2 Pelaku Jambret Bonyok Dihajar Massa

OKEBUNG|
Naas dialami Zulham Iskandar Harahap (28) warga Jalan Seriti XII, Perumnas Mandala, Medan.Pasalnya,pria ini tertangkap warga di Jalan Cempaka Ujung, Gang Kemangi, Kelurahan Tanjung Gusta, Kec. Medan Helvetia, saat sedang beraksi menjambret di Jalan Gaperta, tepat di depan Oke Supermarket Kec. Medan Helvetia, Selasa (10/3/2015) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Informasi diperoleh okebung.com menyebutkan,kejadian penjambreta terhadap korban,Beby (23) warga Jalan Klambir V, Kec. Medan Helvetia,saat dirinya hendak pulang ke rumahnya usai pulang dari kampus dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa plat.Tiba – tiba dipepet oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Blade BK 4299 ABR warna hijau. Dengan dikendarai oleh Beni (DPO) sebagai joki dan Zulham sebagai mengeksekusi, menyambar tas sandang warna coklat milik Beby yang diletakkan di gantungan dasbor sepeda motor yang dikendarai Beby.

Sadar dengan aksi pelaku, sembari berteriak ‘rampok’ Beby pun berusaha mengejar pelaku yang melajukan kendaraannya masuk ke Jalan Cempaka, Kel. Tj. Gusta, Kec. Medan Helvetia. Salah seorang petugas berpakaian preman yang kebetulan melintas di jalan tersebut, mengejar pelaku saat mendengarkan teriakan ‘rampok’ dari korban.

“Tadi saya lihat dek si pelaku kencang – kencang lewat di Jalan Cempaka ini, disusul korban, lalu ada petugas dengan pakaian preman membantu mengejar pelaku. Kami dengar teriakan rampok dan aksi kejar – kejaran itu, karena penasaran kami pun ikut membantu mengejar pelakunya,” terang Sulistio kepada wartawan.

Sambil meledek korban yang berusaha mengejar mereka. Pelarian kedua pelaku pun terhenti saat mereka yang belum menguasai jalan, terkepung warga di Ujung Jalan Cempaka yang ternyata buntu. Kontan, membuat kedua pelaku yang bingung membelokkan kendaraan mereka ke dalam Gang Kemangi yang juga buntu. Akhirnya, Beni (DPO) berhasil melarikan diri dengan meninggalkan rekannya yang kabur ke semak – semak yang terletak di samping rumah warga.

Melihat itu, warga yang berjumlah berkisar 5 orang, pun segera mengejar Zulham ke dalam semak – semak tersebut dan menangkapnya. Sempat melakukan perlawanan dan mengaku penduduk Jalan Gaperta, warga yang tak perduli dengan pembelaannya pun melayankan pukulan bertubi – tubi terhadapnya hingga wajahnya yang sempat terkena lumpur di semak – semak tersebut, babak bunyak akibat pukulan warga yang emosi dengan aksinya itu.

“Sempat dia ngaku anak Gaperta bang, kami pun sempat down juga karena badannya besar. Tapi kami curiga, kalau memang dia anak gaperta gak mungkinlah dia gak tau kalau Jalan disini buntu bang. Kami hantami aja lah mereka, dibantu ratusan warga kampung sini bang,” beber Arif.

Akhirnya, petugas yang berpakaian preman tersebut melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak 2 kali, untuk membubarkan warga agar menyudahi aksi main hakim sendiri tersebut yang nyaris membakar pelaku. Dari tangan pelaku, didapati barang bukti berupa tas sandang warna hitam milik korban yang hanya berisi buku – buku pelajaran.

“Tadi bang, polisi sempat dua kali menembak ke atas untuk membubarkan warga yang hampir mau membakar pelaku bang. Kesal kali memang kami disini bang, karena aksi pelaku yang sempat mengejek korban saat kejar – kejaran bang,” ungkap warga.

Akhirnya, usai berkoordinasi dengan petugas Polsek Medan Helvetia, pelaku pun di boyong ke Mapolsek Medan Helvetia, bersama barang bukti guna dilakukannya pemeriksaan dan pengembangan.

Terpisah, Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Ronni Bonic, ketika dikonfirmasi mengatakan pelaku sedang dalam perawatan di RS. Bhayangkara akibat luka – luka yang dialaminya saat dimassa.

“Pelaku masih di RS. Bhayangkara dalam perawatan medis, sudah kita periksa semalam dan seorang lagi yang berstatus DPO masih dalam pengejaran,” ungkap Roni.(ad)

Foto|ist\

News Feed